Rawat Dengan Sholat
“Ibadah shalat adalahd ukuran dan ujian setiap hari. Maka, bagaimana keadaan seseorang terhadap shalatnya?”
Apakah shalat menjadi penyejuk pandangan dan ketenangan bagi hatinya, atau justru menjadi sesuatu yang terasa berat dan membebani? Ketika waktu shalat tiba, apakah ia ingin segera terbebas darinya?
Keadaannya bukan seperti ungkapan “istirahatkan kami dengan shalat”, tetapi justru “istirahatkan kami dari shalat.”
Di antara tanda sehatnya hati adalah besarnya perhatian seseorang terhadap shalat, merasa bahagia ketika melaksanakannya, hatinya terpaut kepadanya, menantikan datangnya waktu shalat, bergembira ketika waktunya tiba, merasakan betapa indah dan nikmat waktunya, serta bersegera menghadapinya
Imam Ibnul Qayyim رحمه الله:
“Di antara tanda sehatnya hati adalah: ketika seseorang masuk dalam shalat, hilanglah dari dirinya kegelisahan dan kesedihan karena urusan dunia. Bahkan ia merasa berat ketika harus keluar dari shalat. Ia menemukan di dalamnya ketenangan, kenikmatan, kesejukan pandangan matanya, dan kebahagiaan hatinya.”
Kesimpulan: Orang yang hatinya sehat tidak melihat shalat sebagai beban yang harus segera diselesaikan. Justru ia merindukan shalat, karena di dalam shalat ia menemukan tempat untuk menenangkan hati dan melepaskan beban dunia.
Komentar
Posting Komentar